CILEGON (KB) – Pemerintah Kota Cilegon berencana memperbaiki 16 titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang rusak akibat banjir pada awal tahun 2026. Perbaikan tersebut akan menggunakan dana penyelenggaraan, dengan opsi pemanfaatan anggaran parsial apabila anggaran yang tersedia belum mencukupi.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, mengatakan perbaikan 16 titik TPT tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini karena tingkat kerusakannya dinilai masih dapat ditangani dengan cepat.
“Anggaran menggunakan dana penyelenggaraan. Kalau PUPR masih kurang, tidak menutup kemungkinan menggunakan dana parsial,” kata Aziz, Senin (9/2/2026).
Meski demikian, Aziz mengaku belum dapat merinci secara detail lokasi 16 titik TPT yang mengalami kerusakan. Namun, sebagian di antaranya berada di Kecamatan Cibeber dan Ciwandan, yang sebelumnya terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
“Kebetulan, kemarin terkait TPT saluran itu, dari lurah dan camat sudah menyampaikan laporan dan juga disampaikan ke PU. Tinggal PU menghitung berapa nilai yang dibutuhkan untuk TPT yang rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini proses pendataan kerusakan masih dilakukan oleh Bagian Pemerintahan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Total nilai kerugian pun belum dapat dipastikan.
“Total kerugian belum disampaikan karena masih pendataan dari pihak bagian pemerintahan bersama PU. Ada 16 lokasi dengan berbagai variasi kerusakan, ya, di kecamatan yang kemarin terdampak seperti Cibeber,” tuturnya.
Sementara itu, untuk wilayah industri, Pemerintah Kota Cilegon melakukan penanganan secara paralel melalui normalisasi saluran air. Jika banjir kembali terjadi di kawasan industri, khususnya di Kecamatan Ciwandan, evaluasi lanjutan akan dilakukan bersama pihak industri untuk mengidentifikasi penyebabnya.
Selain normalisasi, Aziz menilai perlunya pembangunan pintu air guna mencegah air laut masuk ke wilayah daratan. Ia menyebut pihak industri akan mengikuti arahan pemerintah daerah dalam upaya penanganan banjir ke depan.
“Industri hanya mengikuti arahan kita saja. Misalnya, jika perlu diperbesar, harus dikeruk,” ucapnya.
Pemerintah
| 07 February 2026
..