CILEGON ā Pemerintah Kota Cilegon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menegaskan komitmennya menertibkan seluruh bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi dan menghambat aliran air. Langkah tegas ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir serta pengembalian fungsi irigasi di wilayah perkotaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Cilegon, Noviyogi, mengatakan penertiban bangunan liar merupakan tugas penegakan peraturan daerah, khususnya terhadap bangunan yang berdampak langsung pada gangguan aliran air.
āSalah satu fungsi penertibannya berkaitan dengan penertiban pembongkaran bangunan liar yang memang berada di atas irigasi yang menyebabkan banjir,ā katanya, Rabu (21/1/2026).
Noviyogi mengungkapkan, hingga kini Satpol PP telah membongkar sedikitnya 124 bangunan liar yang tersebar di sejumlah titik. Penertiban tersebut masih terus berlangsung, terutama di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan wilayah Panca Puri.
āini masih terus berlanjut (pembongkaran) di jalan lingkar selatan di ujung jalan lingkar, ada 33 (bangli) di panca puri, memang mereka berdiri diatas irigasi punya pemkot juga,ā ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah selatan Kota Cilegon, khususnya sepanjang JLS, menjadi lokasi dengan jumlah bangunan liar terbanyak. Oleh karena itu, proses pembongkaran di kawasan tersebut masih menjadi prioritas.
āPaling banyak di JLS di wilayah selatan ujungnya, itu masih terus kita lakukan pembongkaran,ā tuturnya.
Satpol PP memastikan penertiban akan dilakukan tanpa pandang bulu. Jenis bangunan, baik semi permanen maupun permanen, tidak akan menjadi pertimbangan apabila terbukti menghambat fungsi irigasi dan berpotensi memicu banjir.
āMau toko mau semi permanen permanen tunggu saja nanti saatnya, nanti dibongkar, kalau menghambat irigasi ya kita bongkar,ā tuturnya.
Selain itu, Satpol PP mengimbau warga yang masih beraktivitas atau berdagang di bantaran sungai dan saluran irigasi agar segera memindahkan usahanya sebelum penertiban dilakukan.
āJadi untuk masyarakat yang memang masih meletakkan dagangannya di bantaran sungai, irigasi kami himbau untuk segera memindahkan,ā ucapnya.
Ke depan, penertiban tidak hanya difokuskan di JLS, tetapi akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Cilegon. Salah satu wilayah yang telah terdata masih memiliki bangunan di atas irigasi adalah Kecamatan Cibeber.
āKami tidak hanya di jls, nanti kedepan setiap kecamatan, seperti kecamatan cibeber memang ada bangunan diatas irigasi nanti kita bongkar,ā ungkapnya.
Noviyogi menambahkan, sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya selalu memberikan kesempatan kepada pemilik bangunan untuk mengamankan dan memindahkan barang-barang mereka. Ia juga memastikan bahwa sebagian besar bangunan yang ditertibkan tidak difungsikan sebagai hunian permanen. (MJ/red)
Pemerintah
| 30 January 2026
..