Kanal Fakta / Berita / Pemerintahan

Perbaikan JLS Telan Rp32 Miliar, 500 Meter Diprioritaskan Jelang Lebaran

Regional - 2026-02-18 19:44:00
Ditulis Oleh : Redaksi
Perbaikan JLS Telan Rp32 Miliar, 500 Meter Diprioritaskan Jelang Lebaran

Kondisi JLS di Cilegon terlihat jalan berlubang.

CILEGON – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar untuk perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sepanjang 2,1 kilometer. Penanganan difokuskan pada titik kerusakan paling parah, terutama di sekitar Kilometer 5 hingga kawasan Perumahan Rakata.

Kepala Seksi Preservasi BPJN Banten, Boby Erlangga, menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Cilegon, Rabu (18/2/2026).

“Untuk posisi paket di PCI atau JLS kita alokasikan Rp32 miliar untuk perbaikan jalan kurang lebih 2,1 kilometer dan ada saluran kita perbaiki,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh segmen prioritas yang menjadi fokus penanganan dalam paket pekerjaan tersebut. Selain perbaikan badan jalan, pembenahan saluran juga dilakukan guna meningkatkan daya tahan infrastruktur.

Khusus menjelang Lebaran, BPJN Banten akan memprioritaskan pengerjaan sepanjang 500 meter dari arah Ciwandan menuju PCI guna mendukung kelancaran arus mudik.

“Kami BPJN Banten untuk Lebaran ini kami fokuskan sekitar 500 meter dari arah Ciwandan ke PCI,” ujarnya.

Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan akan dihentikan pada H-10 Lebaran sesuai kebijakan pembatasan proyek saat arus mudik.

“Sekarang posisinya kita dibatasi pelaksanaan pada H-10 Lebaran tidak ada pengerjaan. Jadi kita hanya mampu 500 meter kita cek itu prioritas paling parah,” tuturnya.

Boby menambahkan, meskipun JLS merupakan jalan kota, pihaknya mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan mengingat tingginya mobilitas kendaraan, terutama roda dua, di jalur tersebut.

“Kami berharap perbaikan bisa komprehensif. Dari perbaikan jalannya, semua anggaran perbaikan harus dimasukkan,” ucapnya.

Selain itu, BPJN Banten juga mendukung kebijakan pembatasan kendaraan over dimension over loading (ODOL) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan.

“Pemerintah sudah mulai memfokuskan masalah ODOL. Tugas kami di BPJN adalah mendukung pembatasan ini melalui infrastruktur yang memadai,” katanya.

Secara keseluruhan, proyek perbaikan JLS ini ditargetkan rampung pada Juli 2026 dengan total anggaran Rp32 miliar. (MJ/red)

flash info
Download Gambar