Kanal Fakta / Berita / Ekbiz

Perang di Timur Tengah Ganggu Penerbangan Internasional, 60 Rute dari dan ke Soetta Dibatalkan

Internasional - 2026-03-03 15:21:00
Ditulis Oleh : Redaksi
Perang di Timur Tengah Ganggu Penerbangan Internasional, 60 Rute dari dan ke Soetta Dibatalkan

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta)

TANGERANG – Konflik bersenjata yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah membawa dampak signifikan terhadap sektor penerbangan internasional, termasuk di Indonesia. Sebanyak 60 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dilaporkan batal beroperasi akibat eskalasi situasi keamanan di wilayah udara Timur Tengah.

Pembatalan tersebut terjadi menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut. Maskapai-maskapai internasional memilih melakukan penyesuaian rute bahkan menghentikan sementara operasional penerbangan menuju sejumlah kota di Timur Tengah demi alasan keselamatan.

Pembatalan Bertambah Secara Bertahap

Manajemen bandara melalui PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyampaikan bahwa jumlah pembatalan terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Pjs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan bahwa pada Selasa (3/3/2026) terdapat tambahan pembatalan penerbangan, sehingga totalnya mencapai 60 penerbangan sejak konflik meningkat.

Pembatalan tersebut meliputi penerbangan keberangkatan maupun kedatangan dari sejumlah kota tujuan di kawasan Timur Tengah seperti Doha, Dubai, Abu Dhabi, Jeddah, hingga Muscat. Maskapai yang biasanya melayani rute-rute tersebut memilih menunda operasional sambil memantau perkembangan situasi keamanan.

Faktor Keamanan Jadi Prioritas

Eskalasi konflik menyebabkan sejumlah wilayah udara dinilai berisiko untuk dilintasi. Beberapa negara bahkan menutup sementara ruang udaranya atau membatasi penerbangan sipil.

Dalam industri penerbangan internasional, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Maskapai wajib melakukan risk assessment sebelum menentukan apakah suatu rute masih layak dilintasi. Jika dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan kru, maka penerbangan akan dialihkan atau dibatalkan.

Langkah tersebut berdampak langsung pada konektivitas penerbangan jarak jauh, termasuk penerbangan dari Indonesia yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Timur Tengah maupun Eropa melalui rute udara tersebut.

Imbauan kepada Calon Penumpang

Pihak bandara mengimbau para calon penumpang untuk secara aktif memeriksa status penerbangan melalui situs resmi atau layanan pelanggan maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Hal ini untuk menghindari ketidaknyamanan akibat perubahan jadwal mendadak.

Penumpang yang terdampak pembatalan umumnya diberikan opsi berupa:

  1. Penjadwalan ulang penerbangan (reschedule)
  2. Pengembalian dana (refund)
  3. Pengalihan rute (reroute) sesuai kebijakan maskapai

Sementara itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga disebut terus memantau perkembangan situasi global dan berkoordinasi dengan maskapai nasional maupun asing terkait aspek keselamatan penerbangan. (red)

Berita Terhangat
flash info
Download Gambar