CILEGON - Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 15 Cilegon terganggu akibat bencana longsor yang merusak sejumlah bangunan sekolah. Sebanyak 185 siswa terpaksa dipindahkan sementara ke SD Negeri Cikuasa 2 untuk mengikuti proses pembelajaran setelah tiga ruang kelas dan satu unit toilet ambruk.
Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan kondisi tanah di bagian belakang bangunan lama menjadi labil hingga tidak mampu menahan beban konstruksi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Suhanda, membenarkan dampak longsor tersebut terhadap kegiatan sekolah. Pemindahan siswa dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan peserta didik.
âJadi Senin besok, 185 siswa akan belajar di SD Cikuasa 2. Mereka masuk siang hari. Karena untuk yang pagi digunakan untuk siswa SDN Cikuasa 2,â kata Suhanda, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang membuat struktur tanah di sekitar bangunan menjadi tidak stabil. Kejadian tersebut bahkan disaksikan langsung oleh penjaga sekolah.
âKebetulan anak penjaga sekolah lihat langsung kalau di area belakang bangunan kelas lama yang posisinya terletak di bagian bawah ambruk usai longsor. Ambruknya sekolah, karena intensitas air hujan yang tinggi sehingga tanah tidak mampu menahan beban bangunan di atasnya,â ujarnya.
Dindikbud Kota Cilegon, lanjut Suhanda, memastikan penanganan terhadap bangunan sekolah yang terdampak akan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
âPembangunan gedung yang terdampak dipasti akan dilakukan. Sebagai langkah awal, upaya penanganan darurat dan pembersihan lokasi mulai dilakukan hari ini untuk mencegah longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi,â tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar turut menyoroti pentingnya evaluasi terhadap perencanaan lokasi pembangunan fasilitas publik, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana.
âKaya ga ada tanah lagi gitu. Makannya itu akan jadi evaluasi, kedepan, apalagi untuk fasilitas masyarakat pendidikan kesehatan, (puskesmas dan sekolah) harus lebih teliti lagi perencanaannya agar tidak terjadi lagi kedepan. Agar tidak terjadi kedeoanya,â kata Robinsar usai melakukan sidak ke PT Vopak, Sabtu (31/1/2026).
Pemkot Cilegon memastikan akan melakukan evaluasi lanjutan guna menjamin keamanan fasilitas pendidikan dan pelayanan publik agar kejadian serupa tidak terulang. (MJ/red)
Pemerintah
| 30 January 2026
..