Kanal Fakta / Berita / Pemerintahan

Lima Puskesmas di Cilegon Layani Persalinan 24 Jam, IGD Kini Beroperasi Penuh

Regional - 2026-02-26 18:07:00
Ditulis Oleh : Redaksi
Lima Puskesmas di Cilegon Layani Persalinan 24 Jam, IGD Kini Beroperasi Penuh

Kepala Dinkes Cilegon, Ratih Purnamasari saat berkunjung di Puskesmas Purwakarta, Kamis (26/2/2026).

CILEGON – Hingga 2025, sebanyak lima puskesmas di Kota Cilegon telah membuka layanan persalinan selama 24 jam lengkap dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Perluasan layanan ini dilakukan secara bertahap guna meningkatkan akses kesehatan ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa pada tahap awal layanan persalinan 24 jam hanya tersedia di tiga puskesmas.

“Kemudian di tahun 2025, bulan Mei, ditambah dua lagi yaitu Cilegon dan Citangkil 2. Jadi total lima puskesmas yang melayani persalinan 24 jam di 2025. Sementara untuk IGD 24 jam, sejak Agustus 2025 semua puskesmas sudah melayani IGD 24 jam,” katanya, Kamis (26/2/2026).

Ia menambahkan, pada tahun ini Dinas Kesehatan juga merencanakan penambahan layanan serupa di dua puskesmas lainnya, yakni di Kecamatan Purwakarta dan Jombang, kemudian menyusul Grogol dan Citangkil 1.

“Grogol belum karena keterbatasan ruangan dan bangunan lama yang sempit. Ke depan akan dibangun gedung yang lebih luas sesuai standar Permenkes, termasuk ruang khusus persalinan dan IGD 24 jam. Setelah itu kemungkinan Grogol dulu, terakhir Citangkil 1,” ujarnya.

Untuk puskesmas yang belum dapat membuka layanan persalinan 24 jam, revitalisasi dan pembangunan sarana menjadi prioritas sebelum layanan dijalankan secara penuh.

“Kemungkinan Grogol lebih dulu karena sudah ada rencana pembangunan gedung yang lebih luas,” tuturnya.

Sementara di Kecamatan Purwakarta, pelayanan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Karena keterbatasan tempat, pelayanan sementara dilakukan di Pustu. Bangunan puskesmasnya sempit, ruang ibu dan anaknya juga kurang memadai, bahkan akses tangganya tidak memungkinkan. Jadi untuk sementara persalinan 24 jam dilakukan di lokasi yang lebih memungkinkan,” ucapnya.

Ratih berharap perluasan layanan ini dapat meningkatkan keselamatan ibu dan bayi saat proses persalinan serta mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan.

“Kita juga punya target agar seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Jadi harapannya masyarakat memanfaatkan fasilitas ini dan tidak lagi melahirkan tanpa tenaga kesehatan,” ungkapnya. (MJ/red)

flash info
Download Gambar