Kanal Fakta / Berita / Pemerintahan

Lima OPD Masih Kosong, Pemkot Cilegon Segera Buka Seleksi Terbuka

Pemerintah - 2026-02-06 21:49:00
Ditulis Oleh : Redaksi
Lima OPD Masih Kosong, Pemkot Cilegon Segera Buka Seleksi Terbuka

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Jumat (6/2/2026).

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana membuka seleksi terbuka (open bidding) untuk mengisi lima jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini masih kosong dan sementara dijabat pelaksana tugas (Plt).

Sebelumnya, kebijakan rotasi dan mutasi ASN di lingkungan Pemkot Cilegon sempat mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Beberapa pihak menilai proses rotasi-mutasi berjalan lambat dan belum sepenuhnya efektif dalam mengisi kekosongan jabatan strategis.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, menjelaskan bahwa kekosongan jabatan terjadi setelah pelantikan sejumlah kepala OPD yang dilakukan pekan lalu.

Adapun lima OPD yang masih belum memiliki pejabat definitif meliputi jabatan Inspektur, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), serta Dinas Pertanian.

“Pasca pelantikan kemarin, masih ada lima OPD yang kosong. Untuk pengisiannya, tentu Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota akan segera mempersiapkan prosesnya,” kata Aziz, Jumat (6/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa Pemkot Cilegon akan menggunakan mekanisme open bidding karena hingga saat ini belum menerapkan manajemen talenta. Teknis pelaksanaan seleksi terbuka tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

“Untuk lima OPD ini akan dilakukan open bidding. Apakah sekaligus atau bertahap, nanti kami serahkan ke keputusan Pak Wali Kota,” ujarnya.

Aziz juga menjelaskan alasan pengisian jabatan definitif belum dilakukan bersamaan dengan pelantikan sebelumnya. Menurutnya, tahap awal yang diajukan adalah rotasi dan mutasi, bukan seleksi terbuka.

“Kemarin yang diajukan itu rotasi dan mutasi terlebih dahulu, bukan open bidding. Karena setelah pelantikan Pak Wali dan Pak Wakil, memang belum dilakukan rotasi-mutasi secara menyeluruh,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan mekanisme antara mutasi biasa dan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II.

“Kalau awal hanya mutasi. Namun, jika dari eselon tiga naik ke eselon dua, harus melalui open bidding. Nanti akan dibentuk panitia seleksi (pansel) untuk menilai siapa yang paling kompeten mengisi OPD yang kosong,” ucapnya.

Sementara itu, untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, Pemkot Cilegon menunjuk pejabat eselon III sebagai Plt di lima OPD tersebut. Para pejabat yang ditunjuk tetap memiliki peluang mengikuti seleksi terbuka selama memenuhi persyaratan.

“Plt saat ini dari eselon tiga. Kalau mereka mendaftar, tentu ada kesempatan, selama persyaratan minimal eselon tiga terpenuhi,” ungkap Aziz. (MJ/red)

flash info
Download Gambar