Kanal Fakta / Berita / Umum

Genangan Banjir Masih Bertahan di Dua Wilayah Kota Cilegon

Regional - 2026-01-12 14:55:00
Ditulis Oleh : Redaksi
Genangan Banjir Masih Bertahan di Dua Wilayah Kota Cilegon

Banjir di Lingkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber Senin (12/1/2026). Terlihat anak-anak bermain.

CILEGON – Banjir yang melanda Kota Cilegon sejak Ahad (11/1/2026) belum sepenuhnya surut. Hingga Senin (12/1/2026), genangan air masih bertahan di dua wilayah, dipicu hujan lebat yang kembali mengguyur sejak dini hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik banjir yang masih terendam berada di Kecamatan Cibeber, tepatnya di Lingkungan Sambirata RT 03/RW 07. Kondisi di kawasan tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan, dengan air masih menggenangi permukiman warga.

Pada Ahad sebelumnya, banjir di wilayah ini sempat mencapai ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga setinggi leher orang dewasa di lokasi tertentu. Hingga pukul 16.00 WIB, Senin (12/1/2026), genangan masih terlihat akibat tingginya curah hujan yang terus berlangsung sejak dini hari.

Ketua RW 07 Lingkungan Sambirata, Sulaiman, menyampaikan bahwa bantuan makanan bagi warga terdampak mulai disalurkan pada hari ini dan dipusatkan di masjid setempat. Sejumlah warga tampak mengantre untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Kami mendapatkan bantuan sekitar ratusan makanan, ada nasi, ada mie sejak hari ini,” katanya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kelurahan Masigit RT 05/RW 06, Kecamatan Jombang. Di lokasi ini, warga terlihat memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air.

Letak lingkungan yang berada di bawah jalur rel kereta api serta diapit oleh aliran Kali Jombang menyebabkan air mudah meluap dan merendam permukiman. Akibat luapan tersebut, ketinggian air di wilayah ini mencapai sekitar 30 sentimeter.

Salah seorang warga, Tirah, mengungkapkan bahwa luapan kali menjadi penyebab utama rumah mereka kerap terendam banjir.

“Kami sempat membuat tenda darurat di pinggir rel kereta, ngungsi buat barang-barang kami waktu banjir di awal tahun. Tapi dilarang karena membahayakan,” ujarnya.

Setelah adanya larangan tersebut, Tirah bersama warga lainnya memilih mengungsi ke pos yang posisinya lebih tinggi dari genangan. Namun, lokasi tersebut dinilai belum sepenuhnya aman jika banjir kembali meninggi.

“Ya di sini saja jadinya (pos kamling), tapi kalau tinggi lagi kaya sebelumnya sampai se dada, barang-barangnya ya tetep kena banjir,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Tirah membenarkan bahwa banjir yang terjadi pada tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan dengan kejadian banjir di tahun-tahun sebelumnya. (MJ/red)

flash info
Download Gambar