CILEGON – Kota Cilegon selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Banten. Namun, di tengah padatnya aktivitas industri, potensi wisata alam mulai bermunculan dan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda.
Salah satunya adalah Bukit Kembar yang berada di Lingkungan Gerem Talang, RW 08, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Berada di ketinggian sekitar 270 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan panorama perbukitan sekaligus pemandangan Kota Cilegon dari ketinggian.
Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat bentang wilayah Cilegon, termasuk kawasan industri. Pada kondisi cuaca yang mendukung, Gunung Krakatau dan Gunung Rajabasa di Lampung juga dapat terlihat dari kawasan tersebut.
Nama Bukit Kembar sendiri tidak lepas dari karakter kawasan yang memiliki dua puncak. Kondisi tersebut sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati aktivitas luar ruang.
Bukit Kembar resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata alam baru pada Januari 2026. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) juga telah mendorong pengelolaan kawasan tersebut melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kembar.
Untuk mencapai puncak, pengunjung harus melewati jalur pendakian sepanjang sekitar 1,2 kilometer. Medan yang memiliki kemiringan hingga 45 derajat membuat perjalanan menuju puncak cukup menantang.
Meski demikian, pengelola telah menyediakan sejumlah titik istirahat atau shelter di sepanjang jalur. Waktu tempuh pendakian diperkirakan sekitar 30 menit, tergantung kondisi fisik dan kecepatan masing-masing pengunjung.
Lokasi basecamp dapat ditemukan melalui Google Maps dengan kata kunci “Basecamp Bukit Kembar Gerem”, yang berada di Jalan Pintu Air, Lingkungan Gerem Talang RW 08.
Untuk masuk ke kawasan wisata, pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp5.000 per orang. Sementara tarif parkir ditetapkan Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 bagi kendaraan roda empat.
Bisa Camping hingga Berburu Sunrise
Tidak hanya menawarkan aktivitas pendakian, Bukit Kembar juga memiliki area camping ground dengan luas sekitar satu hektare.
Kawasan tersebut dapat digunakan untuk mendirikan puluhan tenda. Pengunjung juga memiliki pilihan untuk menyewa perlengkapan berkemah yang tersedia di lokasi.
Aktivitas lain yang dapat dilakukan antara lain trail running, fotografi, hingga menikmati matahari terbit dan matahari terbenam dari atas bukit.
Pengembangan kawasan wisata juga masih terus dilakukan. Sejumlah fasilitas tambahan direncanakan hadir, termasuk wahana flying fox serta ikon “Seribu Tangga” yang diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Sejak dibuka untuk umum pada 17 Januari 2026, jumlah kunjungan ke Bukit Kembar menunjukkan perkembangan. Hingga Maret 2026, kawasan tersebut tercatat telah dikunjungi sekitar 3.000 orang.
Pengembangan Bukit Kembar tidak hanya diarahkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengelolaan kawasan dilakukan oleh Pokdarwis Bukit Kembar dengan dukungan berbagai pihak. Pengembangan fasilitas seperti paving block dan penerangan menggunakan tenaga surya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sebelumnya, Kepala Disporapar Kota Cilegon Sakri Jasiman menyebut wisata alam memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena sebagian kawasan pesisir Cilegon telah menjadi kawasan industri.
Keberadaan Bukit Kembar pun menambah pilihan destinasi wisata berbasis alam di Kota Cilegon. Di tengah identitas Cilegon sebagai kota industri, kawasan perbukitan di Gerem tersebut menawarkan sisi lain kota yang masih menyimpan panorama alam dan potensi ekonomi berbasis pariwisata.
Pemerintah
| 16 June 2026
..