Kanal Fakta / Berita / Pemerintahan

81 Kapal Disiagakan di Empat Pelabuhan Cilegon, Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Regional - 2026-02-26 20:14:00
Ditulis Oleh : Redaksi
81 Kapal Disiagakan di Empat Pelabuhan Cilegon, Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Press Conference usai Kegiatan survei Pelabuhan Merak–Bakauheni “Ketupat-2026”, Kamis (26/2/2026)

CILEGON – Sebanyak 81 kapal disiagakan di empat pelabuhan yang berada di Kota Cilegon sebagai langkah antisipasi menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Puluhan kapal tersebut disebar di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, dan Pelabuhan BBJ guna memastikan kelancaran penyeberangan pemudik, khususnya menuju Lampung.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Hermanta, mengungkapkan bahwa seluruh kapal telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan.

“Saat ini 81 kapal disiapkan, di mana untuk Merak dipersiapkan 57 kapal. Ramp check untuk wilayah kelautan juga telah dipersiapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pelabuhan Ciwandan disiapkan sebagai pelabuhan kedua yang melayani kendaraan roda dua serta kendaraan golongan 5B dan 6B untuk mengangkut pemudik menuju Lampung.

“Tentunya disiapkan 12 kapal dan satu kapal cadangan tambahan apabila animo masyarakat tinggi pada angkutan Lebaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera yang merupakan pelabuhan milik Krakatau Steel disiapkan dengan dua kapal dari ALP.

“Dan pelabuhan keempat, Pelabuhan BBJ, disiapkan enam kapal. Ada empat kapal tambahan yang saat ini bergerak dari Samarinda menuju Banten, sehingga total menjadi 14 kapal. Sebelumnya ada enam kapal. Saat ini pemerintah berkoordinasi secara tepat dan cepat untuk memastikan keterangkutan muatan kapal golongan kendaraan 7, 8, dan 9 yang menuju JJB,” pungkasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni akan diterapkan kebijakan single tarif atau tarif reguler untuk seluruh dermaga.

"Skema ini berlaku pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB untuk keberangkatan dari Pelabuhan Merak, serta 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB untuk keberangkatan dari Pelabuhan Bakauheni," ujarnya.

Heru menjelaskan, skema single tarif dilakukan dengan menyamakan tarif layanan eksekutif dengan tarif layanan reguler pada golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang.

“Melalui stimulus dan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar. Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, mengungkapkan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik.

"Kami prediksi ini puncak mudik akan ada pergeseran seiring kebijakan soal WFA. Kami juga berharap dengan ini bisa mengurai kepadatan pada puncak arus mudik lebaran," ungkapnya.

Agus menambahkan, pihaknya juga mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

"Ada command center dimana satu sama lain akan saling memberikan informasi," katanya. (MJ/red)

flash info
Download Gambar